Rabu, 24 Juni 2009

Pemanfaatan internet bagi masyarakat

PEMANFAATAN INTERNET BAGI MASYARAKAT


A. Hubungan antara internet dan masyarakat, dengan demikian, sampai saat ini tetap berada pada posisi problematis. Di satu sisi kita melihat fakta bahwa teknologi internet terus menerus mengalami perkembangan dan perbaikan sehingga relatif makin mempermudah beberapa bidang kerja masyarakat modern. Di sisi lain, internet sendiri, sebagai sebuah fenomen sosial, tampaknya belumlah cukup dipahami oleh sebagian terbesar masyarakat manusia. Dalam tradisi ilmu ekonomi dan ilmu-ilmu sosial, ketidakpahaman masyarakat terhadap sebuah fenomenon hanya akan melahirkan dua kemungkinan sikap: menerima tanpa sikap kritis, atau menolak secara membabi buta. Cukup jelas bahwa tidak satu pun dari sikap semacam itu yang akan menguntungkan masyarakat. Padahal, internet sama sekali tidak bisa dibatalkan kehadirannya dalam sejarah perkembangan peradaban manusia. Beberapa kalangan bahkan merasa yakin bahwa teknologi internet akan menjadi standar mutlak bagi jenis-jenis teknologi lain yang akan dikembangkan di masa depan.

B. IDENTIFIKASI PROBLEM

Kalau pun teknologi internet kelak bisa disepakati sebagai semacam platform standar bagi banyak jenis teknologi masa depan, tidak berarti bahwa posisi problematis internet di tengah masyarakat sudah berakhir. Untuk konteks Indonesia, misalnya, kehadiran internet kemudian juga bisa erat kaitannya dengan problem tingkat kemakmuran ekonomi, dan kesiapan sosial masyarakat. Beberapa problem yang bisa diidentifikasi:

Pertama, seberapa jauh tingkat pemahaman masyarakat tentang teknologi internet baik sebagai satu jenis invensi teknologis, maupun sebagai sebuah gejala sosial dengan sejumlah resiko dan peluang positif yang ditawarkannya?

Kedua, dari perhitungan cost-benefit ratio secara ekonomis, apakah putusan sebagian masyarakat untuk memakai teknologi internet benar-benar merupakan alternatif pilihan yang sesuai?

Ketiga, berhubungan dengan yang kedua, jika dilihat dari kesesuaian antara harapan dan realiasasinya, apakah internet juga telah melahirkan sejenis deprivasi relatif (relative deprivation) yang baru?

Keempat, seberapa besar sebenarnya potensi penerimaan masyarakat Indonesia terhadap kehadiran teknologi internet?

Kelima, apakah kondisi-kondisi sosial, ekonomis, dan kultural tertentu menjadi determinan utama terhadap preferensi orang atau kelompok orang untuk memakai internet?

C. IDENTIFIKASI KELOMPOK MASYARAKAT

Berdasarkan pada kecenderungan umum sikap yang diambil terhadap munculnya teknologi internet, secara sederhana kita bisa membagi masyarakat ke dalam tiga kelompok utama:

Pertama, kelompok existing users, yakni mereka yang saat ini sudah menjadi pemakai aktif beberapa layanan internet seperti e-mail, web surfing, e-commerce, dll. Untuk kelompok ini, pertanyaan penelitiannya bisa difokuskan pada apa dan bagaimana latar belakang, alasan, jenis pemanfaatan, dan pengalaman konkretnya (evaluasi) dalam menggunakan jasa-jasa internet.

Kedua, kelompok perspective users, yakni mereka yang saat ini masih belum menjadi pemaka internet tapi yang, karena beberapa alasan, memiliki potensi besar untuk menjadi pemakai di masa depan. Ke dalam kelompok ini termasuk para mahasiswa, karyawan perkantoran, tenaga edukatif di lembaga-lembaga pendidikan serta kelompok-kelompok masyarakat lain yang secara keseluruhan bisa diasumsikan sebagai orang-orang yang telah memiliki pengetahuan minimal tentang komputer atau, paling tidak, sedikit banyak telah memperoleh cukup informasi tentang manfaat internet bagi kehidupan mereka.

Di luar dua kelompok tersebut, tentu saja adalah kelompok sosial lain yang menjadi bagian terbesar dari populasi masyarakat. Ada banyak sebab mengapa mereka tidak bisa digolongkan ke dalam kelompok perspective users seperti tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tarap hidup ekonomi, dan variabel-variabel sosial lain yang hubungannya sangat signifikan dengan preferensi pilihan mereka terhadap salah satu produk teknologi seperti internet.

D. TUJUAN SURVEY

Secara spesifik penelitian ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan berikut:

Pertama, memperoleh gambaran yang realistis tentang kondisi-kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pengguna internet yang sudah ada di Indonesia.

Kedua, melihat tingkat pemahaman dan sikap masyarakat terhadap kehadiran internet sebagai sebuah gejala sosial yang baru.

Ketiga, mengidentifikasi problem-problem sosial yang telah muncul akibat kehadiran internet dalam masyarakat luas.

Keempat, memprediksikan kemungkinan tingkat penerimaan masyarakat terhadap teknologi internet dalam kehidupan sosial.

Kelima, menyediakan informasi yang akurat tentang tingkat penggunaan, pengalaman dan potensi pertumbuhan jumlah pemakai internet di Indonesia.

Keenam, mencari kemungkinan untuk melahirkan sebuah rekomendasi saintifik bagi para pengambil keputusan seperti para eksekutif di lembaga-lembaga pemerintah dan para pengembang software dan hardware untuk kebutuhan internet.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar